|
Tommy Dinilai Tak Rela Golkar Dipegang Ical |
|
Selasa, 18/08/2009 23:27 WIB - Jakarta -
Majunya Tommy Soeharto dalam kontestasi perebutan Ketua Umum Golkar lebih merugikan bagi Aburizal Bakrie (Ical) ketimbang Surya Paloh. Tommy tidak suka kepada Ical yang didukung Akbar Tandjung dan Ginandjar Kartasasmita. "Majunya Tommy sebenarnya lebih mengganggu Ical ketimbang Surya Paloh. Tommy tak rela Golkar dipegang oleh Ical karena Ical didukung Akbar dan Ginandjar yang dicap keluarga Cendana sebagai Brutus," kata pengeliti Lembaga Survei Indonesia (LSI) Burhanudin Muhtadi kepada detikcom, Selasa (18/8/2009). Brutus (Marcus Junius Brutus) adalah tokoh di zaman Romawi Kuno yang hidup pada 85–42 SM yang telah berkhianat kepada pemimpinnya, Julius Caesar. Dia memimpin konspirasi membunuh Caesar. "Akbar dan Ginandjar turut berjasa melengserkan Soeharto," kata Burnahanudin. Menurut Burnahudin, pencalonan Tommy terganjal aturan dalam AD/ART Golkar yang mensyaratkan calon Ketum harus pernah menjadi pengurus Golkar. Meski begitu, Tommy memiliki 2 senjata untuk menyingkirkan ganjalan itu, yakni modal keturunan darah biru Soeharto dan kekuatan finansial. "Pertama, banyak elit Golkar yang dibesarkan Soeharto sehingga mereka punya utang budi. Kedua, modal finansial. Kultur politik transaksional di Golkar bisa mengubah konstelasi dukungan ke arah Tommy," papar Burhanudin. Namun jika ganjalan itu tidak berhasil disingkirkan, Burhanudin yakin Tommy akan mengarahkan dukungan ke Surya Paloh. "Tommy akan mengarahkan dukungannya ke Surya karena Surya lebih dekat ke Cendana," ucap Burhanudin. (sho/iy)
Dapatkan berita terkini dari detikcom. Ketik REG POL kirim ke 3845
(khusus pelanggan Indosat, Telkomsel, Tri)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
|