|
|
|
|
Home
|
Selasa, 18/08/2009 11:25 WIB - Jakarta -
Peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-64 dirayakan semua masyarakat Indonesia, termasuk polisi. Seolah tak mau ketinggalan momen penting, polisi yang berada di bawah Biro Operasi Polda Metro Jaya merayakan hari kemerdekaan dengan lomba memasak."Ini dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan RI ke-64, kita juga ingin berpartisipasi memeriahkan hari kemerdekaan ini," kata Kepala Biro Operasi Polda Metro Jaya Kombes Arief Wahyugunadi kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jl Sudirman, Jakarta, Selasa (18/8/2009).Uniknya, perlombaan memasak ini hanya diikuti oleh peserta polisi pria. Mereka saling adu kreasi menghias masakan berupa nasi goreng."Asin. Yang ini juga asin," kata Arief saat mencicipi nasi goreng yang sudah disajikan para peserta."Ah, yang ini agak lumayan," ujarnya setelah mencicipi hidangan nasi goreng dari grup 3. Gelak tawa pun dirasakan semua anggota.Tidak hanya lomba memasak, polisi juga mengadakan lomba merangkai buah-buahan dan bunga. Perlombaan ketangkasan seperti ping pong juga dihadirkan untuk memeriahkan acara tersebut.Seluruh rangkaian acara tersebut dilaksanakan di Gedung Biro Operasi Polda Metro Jaya. Mengingat keterbatasan waktu, perlombaan hanya dilakukan hingga menjelang pukul 12.00 WIB. (mei/ape)
Dapatkan berita terkini dari detikcom. Ketik REG POL kirim ke 3845
(khusus pelanggan Indosat, Telkomsel, Tri)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
|
|
|
Selasa, 18/08/2009 11:09 WIB - Jakarta -
Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah menetapkan pasangan SBY-Boediono sebagai capres-cawapres pemenang Pilpres 2009. Berikutnya KPU menjadwalkan pelantikan pasangan SBY-Boediono sebagai Presiden dan Wakil Presiden 2009-2014 pada 20 Oktober mendatang."Hari ini KPU melakukan rapat pleno terbuka dalam rangka menetapkan pasangan capres-cawapres SBY-Boediono sebagai pasangan terpilih yang akan menjadi Presiden dan Wakil Presiden lima tahun mendatang. Kemudian KPU akan melakukan pelantikan sesuai jadwal 20 Oktober 2009," ujar Anggota KPU, Andi Nurpati.Hal ini disampaikan Andi seusai penetapan pasangan pemenang Pilpres 2009, di Gedung KPU, Jl. Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Selasa (18/8/2009).Dengan penetapan capres terpilih itu, berarti pilpres hanya berlangsung satu putaran. Andi pun menjelaskan kembali dasar hukum putusan KPU yang menetapkan pilpres satu putaran."Dasar hukumnya UU 42 Tahun 2008 bahwa pilpres hanya satu putaran. Sesuai dengan pasal 159 UU 42 Tahun 2009 bahwa pemenang pilpres adalah pasangan calon dengan suara total nasional lebih dari 50 persen dengan sebaran 20 lebih dari persen suara di minimal 17 provinsi. Dan yang memperoleh dan menjadi pemenang pilpres adalah SBY-Boediono, sehingga Pilpres 2009 hanya satu putaran," jelas Andi.Andi juga menjelaskan alasan kehadiran beberapa lembaga stakeholder KPU dalam melaksanakan pemilu 2009. "KPU harus menyerahkan berita acara kepada MPR, DPR, DPD, MA, MK, Presiden, pimpinan parpol pengusung, dan pasangan capres terpilih," pungkasnya. (van/yid)
Dapatkan berita terkini dari detikcom. Ketik REG POL kirim ke 3845
(khusus pelanggan Indosat, Telkomsel, Tri)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
|
|
|
Selasa, 18/08/2009 10:56 WIB - Jakarta -
Komisi Pemilihan Umum (KPU) menetapkan capres terpilih yang merupakan pemenang Pilpres 2009. Namun demikian, penetapan KPU ini tidak dihadiri tim sukses Mega-Prabowo. Hal ini berbeda dengan tim JK-WIranto dan SBY-Boediono yang mengirim utusannya.Penetapan capres terpilih ini dilakukan di Gedung KPU, Jl. Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Selasa (18/8/2009).Pantauan detikcom, Ketua DPP Golkar, Burhanuddin Napitupulu hadir mewakili pasangan JK-Wiranto. Sementara wakil dari pasangan SBY-Boediono paling banyak datang. Diantara mereka adalah Sekjen PAN Zulkifli Hasan, Sekjen PD Marzuki Alie, Sekjen PKB Lukman Edy dan Sekjen PPP Irgan Chaerul Mahfiz.Hadir pula dalam acara penetapan capres terpilih ini Ketua MK Mahfud MD, Ketua MPR Hidayat Nurwahid, Ketua Bawaslu Nur Hidayat Sardini, KPU Provinsi, Bawaslu, Perwakilan MA, DPD, dan DPR. (van/yid)
Dapatkan berita terkini dari detikcom. Ketik REG POL kirim ke 3845
(khusus pelanggan Indosat, Telkomsel, Tri)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
|
|
|
Selasa, 18/08/2009 10:55 WIB - Jakarta -
Mantan Walikota Medan, Abdillah, kembali datang ke KPK untuk diperiksa penyidik. Abdillah dihadirkan sebagai saksi untuk tersangka Hengky Samuel Daud.Abdillah tiba di Gedung KPK, Jalan HR Rasuna, Jaksel, Selasa (18/8/2009) sekitar pukul 10.25 WIB. Dengan menggunakan batik warna merah marun, muka Abdillah tampak segar."Hadir sebagai saksi," ujarnya singkat.Tak banyak komentar yang keluar dari Abdillah. Setelah keluar dari mobil, ia langsung masuk ke dalam gedung disambut oleh kuasa hukumnya.Abdillah sebelumnya sudah divonis 5 tahun penjara oleh Pengadilan Tipikor. Tak puas, Abdillah mengajukan banding dan mendapat keringanan setahun oleh Pengadilan Tinggi DKI Jakarta.Setelah mengajukan kasasi, MA memperkuat putusan PT. Akhirnya Abdillah dihukum 4 tahun, denda Rp 300 juta subsider 6 bulan dan bayar uang pengganti Rp 12,1 miliar.Abdillah dijerat dalam kasus korupsi pengadaan mobil pemadam kebakaran dan penyalahgunaan APBD Medan. Rekanan pengadaan mobil damkar adalah Hengky. (mok/nrl)
Dapatkan berita terkini dari detikcom. Ketik REG POL kirim ke 3845
(khusus pelanggan Indosat, Telkomsel, Tri)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
|
|
|
Selasa, 18/08/2009 10:41 WIB - Tangerang -
Persidangan 5 terdakwa eksekutor Direktur PT Putra Rajawali Banjaran (PRB) Nasrudin Zulkarnaen mendapatkan pengawalan cukup ketat. 2 Satuan Setingkat Kompi (SSK) Polres Kota Tangerang diturunkan untuk mengamankan sidang di Pengadilan Negeri (PN) Tangerang. Berdasarkan pemantauan detikcom, Selasa (18/8/2009), 1 SSK tampak disiagakan di luar pengadilan dan berjaga-jaga di bagian luar PN Tangerang, Jl TMP Taruna, Tangerang. Sementara sisanya berjaga di areal PN dan di dalam ruang sidang Prof Oemar Seno Adji. 5 Terdakwa sudah tiba didampingi kuasa hukumnya, DMS Situmorang, dan langsung dibawa menuju ke ruang tahanan sementara. Kelima terdakwa tersebut yakni Eduardus Ndopo Mbete alias Edo yang bertugas sebagai perekrut eksekutor, Fransiscus Tadon Kerans alias Amsi dan Hendrikus Kia Walen yang bertugas sebagai pem-back up eksekutor. Daniel Daen bertindak sebagai eksekutor dan Heri Santoso yang bertugas membonceng Daniel. Sidang akan dimulai 10.30 WIB dengan agenda pembacaan surat dakwaan oleh jaksa penuntut umum. (amd/nrl)
Dapatkan berita terkini dari detikcom. Ketik REG POL kirim ke 3845
(khusus pelanggan Indosat, Telkomsel, Tri)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
|
|
|
Selasa, 18/08/2009 10:41 WIB - Jakarta -
Jajaran Depkum HAM merapatkan barisan mengatasi narapidana terorisme. Treatment-treatment khusus untuk menangkal radikalisme terorisme tengah digodok. "Sedang melakukan kajian untuk membuat treatment dan SOP-nya sedang dibuat. Nanti, tanyakan kepada Dirjen yang bersangkutan," kata Menkum HAM Andi Mattalatta usai membuka acara "Penyuluhan Keimigrasian Terpusat" di Hotel Bidakara, Pancoran, Jakarta Selatan, Selasa (18/8/2009). Mattalatta menjelaskan, Depkum HAM telah memberikan treatment yang berbeda antara narapidana terorisme dengan napi lainnya. Misalnya, napi terorisme tidak boleh dapat remisi sebelum menjalani sepertiga dari masa penahanannya. Selain itu, kata dia, napi terorisme juga tidak berhak mendapatkan asimilasi. "Untuk yang maximum security, kita berikan isolasi. Tetapi, kalau hanya ditahan 2-3 tahun tidak ada, hanya yang tadi," kata Mattalatta. Dirjen Lapas Untung Sugiono menambahkan treatment khusus untuk menangkal radikalisme terorisme sedang dibahas. "Memang ada pembicaraan mengenai tretment. Saat ini kita sedang dalam tahap pembahasan yang melibatkan dari psikolog UI, Depag untuk masalah agamanya, dan dari pihak Desk Teroris Politik dan Keamanan," kata dia. Menurut dia, saat ini pembahasan masih terus berlangsung. "Mungkin 2 atau 3 bulan ke depan SOP untuk narapidana terorisme sudah selesai dan bisa diseminarkan. Hal ini semata-mata untuk menangkal radikalisasi para narapidana terorisme," papar dia. (aan/nrl)
Dapatkan berita terkini dari detikcom. Ketik REG POL kirim ke 3845
(khusus pelanggan Indosat, Telkomsel, Tri)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
|
|
|
Selasa, 18/08/2009 10:39 WIB - Jakarta -
Pilpres 2009 selesai sudah. Kompetisi antarcapres diharapkan juga selesai seiring acara hajatan 5 tahunan tersebut. Para capres yang kalah atau menang sudah tidak saatnya lagi saling berhadap-hadapan. "Kalau pemilu sudah selesai, saatnya kita tidak berhadap-hadapan dan berjarak satu sama lain," ujar Presiden SBY di hadapan ribuan warga Indonesia berprestasi di Pekan Raya Jakarta (PRJ), Kemayoran, Jakarta, Selasa (18/8/2009). Selama beberapa bulan lalu, Indonesia dipenuhi oleh warna-warna partai politik. Namun untuk Agustus ini hingga ke depan, hanya bendera merah putih saja yang dikibarkan. "Persatuan harus kita rajut kembali setelah setahun kita menjalankan pemilu dengan warna warni bendera yang ada," lanjutnya. SBY juga memaparkan, selama ini Indonesia dihadapkan dengan berbagai krisis, mulai dari krisis minyak, pangan, hingga bencana alam seperti tsunami dan gempa bumi. Ia meminta kepada seluruh hadirin, untuk tidak gentar menghadapi berbagai cobaan dan ancaman serta terus membangun demi kemajuan bangsa. Di akhir pidatonya, SBY mengatakan, pada tanggal 19 Agustus 2009 akan memberikan pidato kenegaraan di depan anggota DPD. Di sana, SBY akan kembali menjelaskan komitmen untuk membangun daerah sehingga ke depan semua daerah akan mengalami kemajuan tanpa ada diskriminasi pembangunan. "Intinya, sumber daya alam yang ada di Indonesia, diharapkan tidak hanya dinikmati oleh segelintir masyarakat. Namun didistribusikan ke seluruh rakyat," paparnya. (mad/iy)
Dapatkan berita terkini dari detikcom. Ketik REG POL kirim ke 3845
(khusus pelanggan Indosat, Telkomsel, Tri)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
|
|
|
Selasa, 18/08/2009 10:35 WIB - Jakarta -
Pengejaran terhadap Noordin M Top terus dilakukan. Polres Bekasi melakukan upaya persuasif terhadap pemakai cadar di wilayah tersebut. Hal ini terkait adanya indikasi Noordin menyamar dengan memakai cadar."Indikasi dia menyamar memang ada," kata Kapolres Metro Bekasi Kombes Mas Guntur Laope kepada detikcom, Selasa (18/8/2009).Guntur menjelaskan, petugas yang akan melakukan pemeriksaan adalah polisi wanita (Polwan). Pemeriksaan yang dilakukan adalah pemeriksaan identitas diri seperti KTP atau surat-surat lainnya."Menurut UU kita punya hak untuk melakukan pemeriksaan seperti itu," katanya.Guntur menjelaskan di Bekasi tidak ada komunitas wanita yang menggunakan cadar. "Di Bekasi komunitas seperti itu tidak ada. Nanti kalau kita temukan ada yang bercadar lewat ya kita periksa," katanya. (nal/iy)
Dapatkan berita terkini dari detikcom. Ketik REG POL kirim ke 3845
(khusus pelanggan Indosat, Telkomsel, Tri)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
|
|
|
Selasa, 18/08/2009 10:16 WIB - Jakarta -
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dijadwalkan akan kembali mengunjungi Gedung MPR/DPR. Kali ini Presiden akan menghadiri acara peringatan Hari Konstitusi yang jatuh tepat hari ini, 18 Agustus.Acara akan digelar di Gedung Nusantara IV dan V, Gedung MPR/DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (18/8/2009). Presiden akan datang pukul 12.00 WIB.Acara ini merupakan agenda rutin MPR yang digelar tiap tahun. Acara terdiri dari Seminar Nasional, Silaturahim, dan Grand Final Cerdas Cermat UUD 1945.Pada tahun 2008 lalu, SBY memberi kata sambutan dalam acara Grand Final Cerdas Cermat UUD 1945. Ia pun sempat membacakan beberapa pertanyaan bagi peserta.Ini merupakan kedatangan SBY ketiga di gedung wakil rakyat dalam bulan ini. Sebelumnya, SBY hadir pada 3 Agustus dan 14 Agustus. SBY dijadwalkan hadir lagi di Senayan untuk berpidato dalam sidang DPD pada 19 Agustus. (lrn/nrl)
Dapatkan berita terkini dari detikcom. Ketik REG POL kirim ke 3845
(khusus pelanggan Indosat, Telkomsel, Tri)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
|
| You are not authorised to view this resource. You need to login. |
| | << Start < Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Next > End >>
| | Results 82 - 90 of 17322 |
|
|
|
|
|