Thursday, 11 March 2010
Main Menu
Home
Opini
Hubungi Kami



Home
Dulu Punya 400 Karyawan, Kini Hanya Dijaga 40 Satpam
Kamis, 27/11/2008 11:02 WIB - Jakarta - Kompleks Graha Garuda Tiara Indonesia (GGTI) di Cileungsi, Bogor, Jawa Barat, adalah proyek prestius di zamannya, sekitar 1995-1997. Saat uji coba pengoperasian hotelnya saja, 400 karyawan siap melayani tamu."Dulu karyawannya banyak, sekitar 400 orang," kata Bambang Wicaksono, salah satu pengurus GGTI yang masih tersisa, saat berbincang kepada detikcom, Kamis (27/11/2008).Bambang dulu menjadi staf keuangan di hotel yang berlokasi di Cileungsi, Bogor, Jawa Barat, itu. Namun kegiatan itu tersendat-sendat saat Soeharto lengser dari kekuasaan."Pokoknya setelah kerusuhan 1998 itu mulai terhenti. Kalau praktis terhentinya sekitar tahun 1999 akhir atau 2000 awal," cerita Bambang.Kini setelah 10 tahun tahun berlalu, bangunan yang mirip burung Garuda Pancasila raksasa itu sungguh tak terurus. Rumput yang dulu rapi, kini tumbuh semaunya."Nggak diurus, ruangan yang banyak itu tidak digunakan," ujar Bambang.Namun bangunan itu tidak ditinggalkan begitu saja. Masih ada sekitar 40 satpam yang menjaga bangunan megah di Jalan Narogong km 23 itu."Sekarang dijaga 40 satpam. Saya juga tiap hari di sana. Kita masih digaji," kata Bambang. Namun Bambang enggan menyebutkan siapa yang menggaji itu. Apakah Mbak Tutut? "Bukan," elaknya.(ken/nrl)
 
Bang Yos Ongkosi Kampanye Sendiri
Rabu, 26/11/2008 22:46 WIB - Jakarta - Ongkos menjadi calon presiden (capres) sangatlah mahal. Hal ini sering jadi topik hangat dalam lobi antar partai pengusung dengan calonnya. Namun Sutiyoso, mengaku membiayai sendiri kampayenya."Sekarang mereka jalan dulu dengan biaya sendiri," ujar Sutiyoso di Hotel Horison, Palembang, Rabu (26/11/2008). Pria yang akrab dipanggil Bang Yos ini mengaku, dirinya tidak pernah melakukan deal-deal seperti itu. Karena hal tersebut, ia tidak masalah dengan adanya anggapan dirinya capres yang pelit. Baginya yang terpenting adalah berjuang apa adanya."Ya memang kenyataannya begini," tambahnya.Sebelumnya, Bang Yos telah mendeklarasikan dirinya sebagai capres pada Oktober 2007. Hingga saat ini sudah dua partai yang mengusungnya sebagai calon Presiden yaitu Partai Indonesia Sejahtera (PIS) dan PNI Marhaenisme. Guna meraih simpati masyarakat Indonesia ia memilih berkeliling daerah. Tur mengunjungi daerah diseluruh Indonesia ini ia namakan "Safari Indonesia Pantang Menyerah". Tur dimulai sejak oktober 2008 hingga pertengahan Januari 2009 nanti. (ape/rdf)
 
Evakuasi Warga di Bangkok, Pemerintah Italia Bentuk Tim Khusus
Rabu, 26/11/2008 22:25 WIB - Jakarta - Pemerintah Italia membentuk tim khusus untuk mencari jalan keluar bagi warga Italia yang terjebak di Bandara Suvarnabhumi Bangkok. Diperkirakan 70 turis Italia terjebak setelah para pengunjuk rasa anti pemerintah menutup bandara tersebut.Untuk keamanan, Menlu Italia Franco Frattini menghimbau agar setiap orang Italia di Bangkok harus melakukan koordinasi dengan Kedutaan Italia di Bangkok, demikian yang ditulis oleh AFP, Rabu (26/11/2008).Saat ini ribuan turis terjebak di Bangkok setelah para pengunjuk rasa yang mencoba menggulingkan PM Thailand Somchai Wongsawat menutup bandara internasional Bangkok yang baru dibangun ini.    (rdf/rdf)
 
Jaksa Penuntut Umum Kasus Badriah Tak Berani Hadapi Wartawan
Rabu, 26/11/2008 21:58 WIB - Serang - Sidang kasus buruh PT Rimba Wood Arsilestari (RWA) Kabupaten Serang, Banten, Badriah digelar di PN Serang. Badriah menjadi terdakwa dalam kasus perobekan surat penyataan kerja. Sidang yang digelar Rabu (26/11/2008)ini, mengagendakan eksepsi atau pembelaan penasihat hukum terdakwa terhadap dakwaan Jaksa Penuntut Umum Subchan dari Kejaksaan Negeri Serang.Sidang yang jadwalnya digelar pagi, tanpa alasan jelas baru bisa dimulai sekitar pukul 14.00 WIB. Tabrani Kemal SH selaku penasehat hukum terdakwa dalam eksepsinya menyatakan surat dakwaan yang diajukan jaksa penuntut umum terdapat kekurangcermatan didalam merumuskan dakwaannya antara lain dakwaan jaksa penuntut umum tidak menyebutkan dengan jelas dan tegas barang bukti (surat) yang telah dirobek/dirusak terdakwa kepunyaan atau milik siapa, apakah kepunyaan atau milik PT RWA dimana terdakwa bekerja atau milik terdakwa sendiri.Persidangan yang cukup menarik perhatian pengunjung ini berlangsung sekitar 20 menit, dan majelis hakim yang dipimpin Tetty R SH setelah mendengarkan eksepsi terdakwa akhirnya akan melanjutkannya Rabu pekan depan.Seusai sidang pun Badriah pun merasa terharu, ketika melihat dukungan moral terhadap yang masalah yang dia hadapi dalam kasus pengrusakan pelanggaran Pasal 406 KUHP itu."Saya mengucapkan terima kasih sekali kepada mahasiswa, aktivis buruh dan pengacara yang nampak dengan tulus memberi semangat hidup saya dalam menghadapi kasus ini,” ujar Badriah dengan linangan air mata di PN Serang.Berbeda dengan Badriah yang senantiasa dengan lugu menjawab pertanyaan wartawan, Jaksa Penuntut Umum Subchan SH malah langsung lari menuju mobilnya, saat menghindari pertanyaan wartawan. Tak satu pun kata dilontarkan Subchan, sambil bergegas menuju mobilnya ia menutupi mukanya saat akan dijepret kamera wartawan. (rdf/rdf)
 
Tim Gegana Tak Mau Jatahnya Disamakan
Rabu, 26/11/2008 21:08 WIB - Jakarta - Nama 'Tim Gegana' kembali disebut dalam persidangan kasus tanjung api-api.  Jatah untuk mereka tidak ingin disamakan dengan anggota dewan yang lain. Namun tentunya tim ini bukan tim satuan elit kepolisian, melainkan oknum anggota dewan. "Seandainya ada imbalan, mereka tidak ingin disamakan dengan bawah," jelas Yusuf Erwin Faishal. Yusuf dijadikan saksi dalam sidang lanjutan kasus korupsi Tanjung Api-api di pengadilan Tipikor, Jl Rasuna Said, Jakarta, Rabu (26/11/2008). Alasan Yusuf, anggota tim tersebut merasa lebih banyak bekerja dibandingkan anggota yang lain. Uang itu dibagi dalam dua kelompok, yaitu kelompok terbuka dan tertutup.Untuk terbuka, ditujukan kepada selurih anggota komisi IV sebesar Rp 1,5 miliar. Sisanya kepada tim gegana. Anggota tim tersebut antara lain, Azwar Chesputera selaku ketua, Hilman Indra, Fahri Andi Leluasa, dan Sarjan Taher. Mengenai pembagian uang, semua itu diputuskan oleh Hilman dan Fahri. "Yang paling cerewet itu Fahri," kata Yusuf. Sarjan juga disebut Yusuf pernah menjanjikan adanya imbalan dari Pemprov Sumsel terkait alih fungsi hutan ini. "Untuk Sumsel tidak kosong (kering), ketua," kata Yusuf menirukan ucapan Sarjan. Yusuf lantas menyarankan Sarjan mengikuti prosedur penerimaan dana bantuan. Yusuf berpikir bahwa teman-teman yang lain berharap ada ekspektasi. "Berharap ada hadiah," tuturnya. Menurut Yusuf, uang yang mengalir sebesar Rp 5 miliar. Yusuf mengaku melihat penerimaan tahap 2 di Hotel sebesar Rp 2,5 miliar di Hotel Mulia, Jakarta. Di situ hadir juga rekanan pemprov Chandra Antonio Tan. Yusuf juga mengaku menerima uang sebesar Rp 625 juta.(mok/rdf)
 
Atasi Banjir, Selain BKT Pemprov DKI Bangun Waduk
Rabu, 26/11/2008 20:44 WIB - Jakarta - Pemprov DKI Jakarta akan menggenjot pembangunan proyek banjir kanal timur (BKT) untuk menangani banjir di Jakarta. Pemrov juga berencana membangun sejumlah waduk.Pembangunan proyek BKT sendiri saat ini masih terkendala masalah pembebasan lahan. Baru 71% lahan yang dibebaskan."29% memang masih bermasalah, tapi nantinya kami akan mengkonsinyasikan Rp 526 miliar pada pengadilan, hingga yang sengketa bisa berurusan langsung dengan pengadilan agar pembangunan bisa terus berlanjut," ujar Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo usai rapat mengenai penanggulangan banjir dan pembangunan rusunami bersawa Wapres Jusuf Kalla, di Istana Wapres, Jl Medan Merdeka Selatan, Rabu (26/11/2008).Foke juga mengatakan pembangunan banjir kanal timur bukan berarti Jakarta bebas banjir, karena menurutnya perlu dibangun sejumlah waduk. Diantaranya 2 sampai 3 waduk di sekitar Halim, Jakarta Timur. Perlu juga dibangun sarana pengendalian banjir di Kelapa Gading, Sunter Timur dan Perorotan. Selain itu Foke juga berencana untuk melakukan saluran besar dan saluran kecil yang ada di Jakarta pada 2009 nanti."Terus terang, pengerukan tidak pernah dilakukan selama 30 tahun, mangkanya semua saluran besar hingga saluran kecil di Jakarta akan dikeruk. Dananya Pemrov DKI akan melakukan pinjaman pada bank dunia sebesar US$ 150 juta. Ini akan dimulai 2009," ujarnya.Foke juga mengklarifikas kapal keruk dari Belanda yang disewa Pemprov DKI beberapa hari lalu. Menurutnya kapal tersebut digunakan untuk mengeruk sungai-sungai yang tidak bisa dijangkau oleh kapal-kapal besar. "Jadi kita berdayakan untuk mengeruk sungai-sungai kecil," pungkasnya.(rdf/rdf)
 
Kesaksian Penjaga Rumah Beratkan Anthony
Rabu, 26/11/2008 19:48 WIB - Jakarta - Ingin untung tapi malah buntung. Inilah yang dirasakan Anthony Zeidra Abidin. Berharap dapat meringankan dakwaan dengan menghadirkan saksi, yang ada justru sebaliknya. Penjaga rumah Anthony, Wawan Ridwan di Jl Gandaria no 5, Jaksel dihadirkan sebagai saksi dalam sidang kasus aliran dana BI di pengadilan tipikor, Jl Rasuna Said, Jakarta Selatan, Rabu (26/11/2008). Rumah ini disebut Rusli Simanjuntak sebagai tempat tim dari BI mengalirkan duit kepada DPR. Tim itu terdiri dari Rusli dan Asnar Azhari, namun Anthony selalu membantahnya. Menurut Wawan, meski belum ditempati,rumah itu sudah berpindah tangan kepada Anthony pada Juli 2003. Wawan sempat melihat ada dua orang yang datang ke rumah tersebut. Orang yang jelas dilihatnya adalah Hamka Yandhu. "Setelah lebaran, tidak ingat lagi. tidak ingat bulannya apa," tutur Wawan. Setelah itu, Wwan menceritakan ada tiga orang lagi yang berkunjung ke rumah tersebut dengan menggunakan mobil minibus. Mereka, dijelaskan Wawan, membawa koper. Bahkan dirinya sempat membantu menurunkan koper tersebut. "Seingat saya cuma satu lumayan besar," kata Wawan. Koper tersebut dibawa masuk ke dalam. Di dalam rumah itu, Anthony sudah ada. Sepulangnya tamu tersebut, koper yang tadi di bawa sudah tidak ada lagi. Wawan tidak mempertanyakan identitas tamu yang datang ke rumah tersebut. Karena Anthony sudah memberitahu terlebih dahulu. "Karena beliau (Anthony) sudah mengatakan nanti ada tamu yang akan datang," papar Anthony.(mok/rdf)
 
Bang Yos Mau Jadi Capres, Tak Mau Jadi Cawapres
Rabu, 26/11/2008 18:55 WIB - Jakarta - Sutiyoso benar-benar niat jadi Presiden. Sejak deklarasi calon presiden (capres) Oktober 2007 hingga sekarang ia belum kepikiran menjadi calon wakil presiden. Bang Yos keukeuh ingin jadi RI 1."Sejauh ini Cawapres itu tidak terpikir," ujar Bang Yos seusai jumpa pers di Hotel Horison, Palembang, Rabu, (26/11/2008)Ia menjelaskan menjadi orang nomor dua bukanlah sosoknya. Sejak dulu Bang Yos mengaku terdidik menjadi pemimpin."Karakter saya sudah tertanam sebagai seorang komandan atau pemimpin," tegasnya.Namun menurut Bang Yos dalam politik selalu saja ada kemungkinan. Ia pun masih membuka kemungkinan untuk jabatan wapres."Kita lihat saja nanti bagaimana," tandas penggagas busway Trans Jakarta ini. Sebelumnya, Partai Indonesia Sejahtera dan PNI Marhaenisme mengusung Bang Yos sebagai capres. Guna mengukuhkan suara pada 2009 Bang Yos mulai melakukan tur keliling kota di Nusantara. Tur ini dinamai "Safari Indonesia Pantang Menyerah".(ape/rdf)
 
Bawaslu dan KPU Sering Selisih Pendapat Soal Aturan Pemilu
Rabu, 26/11/2008 18:46 WIB - Jakarta - Bawaslu sering memberikan teguran kepada KPU terkait pelanggaran yang dilakukan KPU. Namun teguran itu dimentahkan KPU dengan argumentasi hukum yang lain karena adanya perbedaan persepsi dalam memahami aturan."Kadang-kadang argumentasi hukum kami dimentahkan dengan memberi argumentasi hukum yang lain. Jadi ada perbedaan persepsi dalam memahami satu konsep," ujar anggota Bawaslu Wirdyaningsih di Kantor KPU, Jl Imam Bonjol, Jakarta, Rabu (26/11/2008).Karena perbedaan persepsi soal aturan itu, rekomendasi dari Bawaslu kepada KPU sering dimentahkan dan tidak ditindaklanjuti. Bahkan KPU meminta Bawaslu untuk lebih memahami aturan yang telah dibuat KPU."Harapan mereka (KPU) kami tuh seharusnya tahu mengenai peraturan KPU keseluruhan. Kami kan juga mengkaji dari peraturan KPU," terang Wirdya.KPU, lanjut Wirdya, juga mengimbau kepada Bawaslu untuk berdiskusi terlebih dahulu dengan KPU sebelum mengeluarkan statemen ke publik."Mungkin Bawaslu melihat dari sudut yang satu, KPU melihat dari sudut yang lain," ucap Wirdya.Wirdya mencontohkan kasus penetapan daftar pemilih tetap (DPT) tanggal 24 Oktober yang tidak menyertakan DPT Provinsi Papua Barat dan luar negeri. Pertimbangan KPU untuk tidak menyertakan keduanya adalah karena adanya kendala medan sehingga menyulitkan pendataan secara keseluruhan."Kita mengatakan, lho tugas Anda dong. Sudah tahu itu daerah yang sulit, seharusnya jauh hari sudah mengejar," tandasnya.Untuk itu, Bawaslu dan KPU akan duduk bersama untuk membicarakan berbagai persoalan di antara mereka. Pertemuan itu rencananya akan dilangsungkan minggu depan. Harapannya, dengan adanya komunikasi itu kesalahpahaman yang muncul antarkeduanya bisa diatasi."Jadi bukan hanya KPU dan Bawaslu ini kerjanya perang di media. Tapi bagaimana membawa Pemilu ini sukses. Itu yang kita kejar," tutupnya.(sho/ken)
 
Kesakian Penjaga Rumah Beratkan Anthony
Rabu, 26/11/2008 19:48 WIB - Jakarta - Ingin untung tapi malah buntung. Inilah yang dirasakan Anthony Zeidra Abidin. Berharap dapat meringankan dakwaan dengan menghadirkan saksi, yang ada justru sebaliknya. Penjaga rumah Anthony, Wawan Ridwan di Jl Gandaria no 5, Jaksel dihadirkan sebagai saksi dalam sidang kasus aliran dana BI di pengadilan tipikor, Jl Rasuna Said, Jakarta Selatan, Rabu (26/11/2008). Rumah ini disebut Rusli Simanjuntak sebagai tempat tim dari BI mengalirkan duit kepada DPR. Tim itu terdiri dari Rusli dan Asnar Azhari, namun Anthony selalu membantahnya. Menurut Wawan, meski belum ditempati,rumah itu sudah berpindah tangan kepada Anthony pada Juli 2003. Wawan sempat melihat ada dua orang yang datang ke rumah tersebut. Orang yang jelas dilihatnya adalah Hamka Yandhu. "Setelah lebaran, tidak ingat lagi. tidak ingat bulannya apa," tutur Wawan. Setelah itu, Wwan menceritakan ada tiga orang lagi yang berkunjung ke rumah tersebut dengan menggunakan mobil minibus. Mereka, dijelaskan Wawan, membawa koper. Bahkan dirinya sempat membantu menurunkan koper tersebut. "Seingat saya cuma satu lumayan besar," kata Wawan. Koper tersebut dibawa masuk ke dalam. Di dalam rumah itu, Anthony sudah ada. Sepulangnya tamu tersebut, koper yang tadi di bawa sudah tidak ada lagi. Wawan tidak mempertanyakan identitas tamu yang datang ke rumah tersebut. Karena Anthony sudah memberitahu terlebih dahulu. "Karena beliau (Anthony) sudah mengatakan nanti ada tamu yang akan datang," papar Anthony.(mok/rdf)
 
<< Start < Prev 1151 1152 1153 1154 1155 Next > End >>

Results 17311 - 17322 of 17322