|
|
|
|
Home
|
Selasa, 18/08/2009 17:55 WIB - Jakarta -
Komando Pasukan Khusus (Kopassus) TNI Angkatan Darat akan memberikan Brevet Komando kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). SBY dinilai sangat perhatian pada Kopassus selama masih jadi tentara dan pensiun."Tanggal 20 Agustus ini, TNI AD khususnya Kopassus akan menyematkan Brevet Komando kepada Presiden SBY di Cijantung," kata Kepala Dinas Penerangan AD, Brigjen TNI Christian Zebua, dalam bincang-bincang dengan wartawan di kantornya, Jl Veteran, Jakarta, Selasa (18/8/2009).Menurut Christian, penyematan Brevet Komando ini akan langsung disematkan oleh Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Agustadi Sasongko Purnomo. Kopassus merupakan satuan elit dari AG yang dilatih sedemikian rupa sehingga memiliki kemampuan khusus yang tidak dimiliki satuan lainnya di AD."Kenapa ini disematkan ke Pak SBY? Karena, beliau sangat menaruh perhatian kepada satuan khusus itu, baik selama beliau dinas sampai purnawira. Jadi kita atau Kopassus merasa pantas dan wajib untuk memberikan itu kepada Pak SBY," jelasnya.Christian juga mengatakan, dengan adanya perhatian dari SBY, tentunya akan menjadi pendorong bagi pasukan untuk terus berlatih dan mampu melaksanakan tugas secara bermartabat dan terhormat. (zal/ken)
Dapatkan berita terkini dari detikcom. Ketik REG POL kirim ke 3845
(khusus pelanggan Indosat, Telkomsel, Tri)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
|
|
|
Selasa, 18/08/2009 17:48 WIB - Jakarta -
Eksekutor pembunuhan Direktur PT Putra Rajawali Banjaran (PRB) Nasrudin Zulkarnaen menjalankan aksinya lewat doktrin bela negara. Nasrudin diminta dihabisi sebelum pelaksanaan Pemilu 2009 karena dianggap membahayakan negara. Hal ini terungkap dalam surat dakwaan yang dibacakan jaksa Rahmat, dalam sidang eksekutor Nasrudin, Eduardus Ndopo Mbete alias Edo di PN Tangerang, Banten, Selasa (18/8/2009). Menurut jaksa, terdakwa Edo menyampaikan kepada terdakwa Hendrikus Kia Walen alias Hendrik terkait permintaan Wiliardi Wizar untuk menghabisi nyawa Nasrudin Zulkarnaen. "Yakni dengan alasan melaksanakan tugas negara jelang Pemilu Legislatif 2009. Nasrudin akan dibunuh karena diduga membahayakan negara," ujar jaksa dalam dakwaannya. Edo pun sempat mengatakan kepada Hendrik bahwa tugas menghabisi nyawa Nasrudin itu berbahaya. "Cuma ini bahaya karena menyangkut tugas negara," kata Edo seperti diucapkan jaksa. Selanjutnya, kata jaksa, terdakwa Edo juga menyampaikan semua hasil pembicaraan dengan Wiliardi dan tersangka lainnya, Jerry, untuk menghabisi nyawa Nasruddin. Saat Edo meminta Hendrik untuk melaksanakan pembunuhan itu, Hendrik juga menjawab, "Ok sobat. Kalau ini tugas negara dan pekerjaan dari Bang Jerry." ujar Hendrik saat itu. Untuk melaksanakan tugas kenegaraan itu, Hendrik mengaku tidak dapat mengerjakannya sendirian. Edo memerintahkan Hendrik untuk mencari orang yang bisa membantunya. "Cari anak-anak yang bisa lakukan itu," kata Edo. Setelah itu Edo pun memberikan amplop besar berisi foto Nasrudin lengkap dengan nama dan alamat kepada Hendrik untuk melakukan survei awal. Kelima eksekutor yang disidang hari ini di PN Tangerang adalah Eduardus Ndopo Mbete alias Edo yang bertugas sebagai penerima order pembunuhan dan perekrut eksekutor, Fransiscus Tadon Kerans alias Amsi dan Hendrikus Kia Walen yang bertugas sebagai pengawas jalannya eksekusi, Daniel Daen bertindak sebagai eksekutor dan Heri Santoso yang bertugas membonceng Daniel. Kelimanya disidang secara terpisah. (Rez/mad)
Dapatkan berita terkini dari detikcom. Ketik REG POL kirim ke 3845
(khusus pelanggan Indosat, Telkomsel, Tri)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
|
|
|
Selasa, 18/08/2009 17:45 WIB - Jakarta -
3 Provinsi berhasil meraih posisi jawara pada Pawai Budaya Nusantara yang berlangsung di depan Istana Merdeka. Ketiganya adalah Provinsi Jawa Timur, Bali dan Sulawesi Barat (Sulbar)."Pemenangnya adalah Provinsi Bali, Sulbar dan Jawa Timur," ujar ketua tim dewan juri, Didi Petet sesaat setelah arak-arakan tersebut usai di Istana Merdeka, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta, Selasa (18/8/2009).Penampilan Provinsi Bali yang menampilkan parade barong berjudul Witning Puja menuju Indonesia Jaya ini memang menarik. Sekitar 100 penari pendet, kecak, barong, membawakan tarian-tarian khas bali yang lentur. Serta kostum warna-warni khas Bali yang indah.Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) menampilkan Siwali Pari, sebuah teatrikal tari yang menggambarkan kesetaraan antara suami dan istri. Dalam adat masyarakat Mandar, tak ada perbedaan serta saling kuasai antara suami istri, semuanya sama dalam kesetaraan. Saat para lelaki melaut, perempuan menenun sutera dan bendoa.Dalam penampilan tersebut, digambarkan beberapa wanita yang sedang menenun, dan para pria yang sedang berlayar mencari nafkah.Terakhir, Provinsi Jawa Timur menampilkan Maduwangi, alias Madura-Banyuwangi. Masyarakat Madura dan Banyuwangi mewakili Provinsi Jawa Timur lantaran memiliki budaya yang khas, yakni tarian Gandrung di Banyuwangi serta pakaian adat sakerah, Madura. Para penari gandrung dengan lemah gemulai melenggak-lenggokkan tubuhnya di hadapan ribuan tamu undangan. Presiden SBY, Ibu Ani Yudhoyono sertaWakil Presiden Jusuf Kalla memberi aplaus meriah untuk penampilan kontingen Jawa Timur ini, demikian juga penampilan-penampilan provinsi lain."Kami memilih tiga pemenang, tidak ada peringkat," kata Didi Petet.Acara yang diikuti 33 provinsi ini berjalan meriah. Ditutup dengan Solo Batik Carnival, acara tahunan ini semakin sempurna. (anw/ken)
Dapatkan berita terkini dari detikcom. Ketik REG POL kirim ke 3845
(khusus pelanggan Indosat, Telkomsel, Tri)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
|
|
|
Selasa, 18/08/2009 17:41 WIB - Kuningan -
Ali Muhammad alias Abah Ali, pria yang dikabarkan ditangkap Densus 88 Mabes Polri, merupakan warga negara Arab Saudi. Dia ditangkap bersama penerjemahnya bernama Solehat, warga Dusun Karoya, Kecamatan Cirendang, Kuningan, Jawa Barat."Saya dapat info dari anak saya, katanya Abah Ali ditangkap polisi tadi pagi di Nagrek. Dia ditangkap bersama Solehat," ujar Ujang, warga Dusun Karoyo, Selasa (18/8/2009). Ujang adalah kerabat Solehat.Tak banyak yang bisa dicerita Ujang soal penangkapan Ali. Ujang mengaku, dirinya hanya tahu Ali ditangkap polisi. Dia tidak tahu penangkapan Ali tersebut terkait masalah apa.aUjang hanya mengatakan, Ali dan Solehat memang sudah lama saling kenal. Solehat mengenal Ali saat bekerja menjadi TKW di Arab Saudi.Sementara itu, Susi, pemilik rumah yang dikontrak Ali mengatakan, tidak tahu secara detil aktivitas pria tersebut. Menurut Susi, Ali sangat tertutup."Pintu rumahnya jarang dibuka. Saya juga tidak pernah melihat ada tamu ke rumahnya. Tapi katanya dia sering pergi ke warnet," ujar Susi.Menurut Susi, saat tinggal di situ Ali hanya memperlihatkan paspornya. "Dia ke Indonesia katanya cuma mau lihat-lihat saja (jalan-jalan)," ungkap Susi.Rumah kontrakan Ali itu berupa rumah petak yang sederhana di dalam gang sempit. Dia menyewa rumah tersebut berikut perabotan rumah tangganya. Ali tinggal di rumah tersebut baru sekitar 1 bulan. (djo/ndr)
Dapatkan berita terkini dari detikcom. Ketik REG POL kirim ke 3845
(khusus pelanggan Indosat, Telkomsel, Tri)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
|
|
|
Selasa, 18/08/2009 17:50 WIB - Jakarta -
Majunya Tommy Soeharto dalam bursa ketua umum Partai Golkar disambut baik lawan-lawannya. Ferry Mursyidan Baldan misalnya, menilai masuknya Tommy akan menjadikan pertarungan makin seru dan menarik."Menarik itu, menambah warna warna-warni permainan di partai. Tidak ada orang yang boleh merasa terganggu dan melarang," kata Ferry yang juga menyatakan siap jadi ketum Golkar kepada detikcom, Selasa (18/8/2009).Ferry juga tidak khawatir Tommy akan mengurangi peluangnya untuk menang. Justru, Ferry merasa terbantu karena akan memudahkan langkahnya untuk dilihat oleh DPD I dan II siapa kader Golkar yang layak dipilih memimpin Golkar 5 tahun mendatang. "Saya nggak khawatir. Justru enak, karena tambah ada variasi. Karena yang menentukan itu DPD, biar DPD saja yang menjadi penentunya," paparnya.Ferry menilai majunya Tommy akan menambah banyak pilihan bagi kader Golkar. "Lebih bagus Tommy maju. Jadi banyak pilihan. Yang penting tidak boleh ada yang terganggu," pungkasnya. (yid/iy)
Dapatkan berita terkini dari detikcom. Ketik REG POL kirim ke 3845
(khusus pelanggan Indosat, Telkomsel, Tri)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
|
|
|
Selasa, 18/08/2009 17:37 WIB - Jakarta -
Kelima eksekutor Direktur PT Putra Rajawali Banjaran (PRB) Nasrudin Zulkarnaen, semula ingin menghabisi nyawa Nasrudin menggunakan pisau. Karena terlalu beresiko lalu diganti dengan senjata api. Hal ini terungkap dalam surat dakwaan yang dibacakan Jaksa dalam sidang terdakwa salah satu eksekutor, Henrikus Kia Walen alias Hendrik di PN Tangerang, Banten, Selasa (18/8/2009). "Awalnya para terdakwa akan membunuh Nasrudin dengan cara menusuk atau menikam korban dengan menggunakan pisau. Terdakwa pun lantas mengubahnya dengan memilih menggunakan senjata api yang diarahkan ke bagian kepala korban," ucap jaksa penuntut umum, Rahmat. Perubahan perencanaan pembunuhan tersebut, lanjut jaksa, dibahas oleh Hendrik di sebuah gudang kosong di daerah Batu Ceper, Kota Tangerang. Hendrik yang menerima order pembunuhan dari terdakwa lainnya, Eduardus Ndopo Mbete, oleh jaksa dijerat dengan Pasal 340 juncto Pasal 388 juncto Pasal 55 Ayat 1 ke-1 atau ke-2 tentang pembunuhan berencana. Dia diancam dengan hukuman mati. Kelima eksekutor yang disidang hari ini di PN Tangerang adalah Eduardus Ndopo Mbete alias Edo, Fransiscus Tadon Kerans alias Amsi dan Hendrikus Kia Walen, Daniel Daen dan Heri Santoso. Kelimanya disidang secara terpisah. (Rez/mad)
Dapatkan berita terkini dari detikcom. Ketik REG POL kirim ke 3845
(khusus pelanggan Indosat, Telkomsel, Tri)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
|
|
|
Selasa, 18/08/2009 17:37 WIB - Madrid -
Beda ucapan, beda perbuatan. Hal itulah yang membuat Menteri Kesehatan Spanyol Trinidad Jimenez jadi sorotan. Sebab dia mengimbau seluruh pihak untuk tidak berciuman sebagai upaya penghentian penyebaran flu babi, namun ternyata dia sendiri kedapatan melakukannya! Sabtu (15/8) media cetak nasional Spanyol heboh dengan foto Menteri Kesehatan Trinidad Jimenez yang mengecup pipi asisten bidang jumpa pers, sebelum ia mengeluarkan peringatan bahaya berciuman sebagai salah satu sebab penyebaran flu H1N1. Trinidad ketangkap sedang mengecup pipi sang asisten, seperti dilansir Reuters, Selasa (18/8/2009). Dalam kampanye konferensnya Jumat (14/8), Trinidad membeberkan upaya pencegahan penularan virus flu babi seperti secara rutin mencuci tangan, menggunakan tisu ketika bersin dan batuk, menghindari berciuman, dan berbagi gelas bersama. Konferensi pers dilakukan satu jam sebelum virus A-H1N1 dinyatakan telah memakan korban jiwa ke-11 di Spanyol, yaitu wanita berusia 30 tahun. (amd/nrl)
Dapatkan berita terkini dari detikcom. Ketik REG POL kirim ke 3845
(khusus pelanggan Indosat, Telkomsel, Tri)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
|
|
|
Selasa, 18/08/2009 17:24 WIB - Jakarta -
Prabowo Subianto dan kubu Gerindra tidak menghadiri penetapan presiden dan wapres terpilih di Komisi Pemilihan Umum (KPU). Hal itu dikarenakan alasan administrasi saja. "Alasannya administrasi. Pemberitahuannya mendadak," ujar Prabowo dalam jumpa pers di kantor DPP Gerindra, Jl Brawijaya IX No 1 Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (18/8/2009). Dikatakan dia, Ketua Umum Gerindra Suhardi dan Sekjen Gerindra Fadli Zon tidak menerima surat undangan dari KPU. Namun hal itu pun dimaklumi oleh Gerindra. "Di Indonesia biasalah surat begitu ketlisut," kata dia. Ditanya apakah pihaknya akan mengajukan tuntutan pidana terkait keputusan MK yang menolak gugatan Pilpres Mega-Prabowo, menurut Prabowo, hal itu sedang dikaji oleh tim kuasa hukum Gerindra. Bila ada pelanggaran terkait putusan itu, timnya akan mengajukan upaya hukum. "Kalau ada yang bisa, pasti kita akan melakukan gugatan itu baik pidana atau perdata sebagai pembelajaran bangsa," jelas Prabowo. Fadli Zon yang ada dalam jumpa pers itu membenarkan belum menerima undangan dari KPU. "Ya memang benar," kata Fadli singkat. (nik/iy)
Dapatkan berita terkini dari detikcom. Ketik REG POL kirim ke 3845
(khusus pelanggan Indosat, Telkomsel, Tri)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
|
|
|
Selasa, 18/08/2009 16:47 WIB - Yogyakarta -
Rumah Djahri yang dijadikan tempat persembunyian tersangka teroris Ibrohim, rusak parah pascapenggerebekan yang dilakukan Densus 88. Rumah Djahri itu pun diusulkan menjadi museum.Usulan tersebut disampaikan Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsudin usai bertemu dengan Djahri di kantor PP Muhammadiyah, Jl Cik di Tiro, Yogyakarta, Selasa (18/8/2009)."Nanti saya usulkan seperti itu, sekalian dibuat tempat wisata baru di Temanggung," Din.Seperti diketahui, Sabtu 8 Agustus, Densus 88 menembak mati Ibrohim yang bersembunyi di rumah Djahri, di Desa Beji, Kecamatan Kedu, Temanggung, Jawa Tengah. Sebelumnya, polisi telah melakukan pengepungan selama 17 jam.Akibat penggerebekan tersebut, rumah Djahri rusak parah. Sebagian dindingnya jebol akibat diledakan oleh Densus 88. Demikian pula dengan bagian atapnya, sebagian besar genting rumah Djahri rontok. (bgs/djo)
Dapatkan berita terkini dari detikcom. Ketik REG POL kirim ke 3845
(khusus pelanggan Indosat, Telkomsel, Tri)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
|
| You are not authorised to view this resource. You need to login. |
| | << Start < Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Next > End >>
| | Results 28 - 36 of 17322 |
|
|
|
|
|