Thursday, 11 March 2010
Main Menu
Home
Opini
Hubungi Kami



Home
Bahas Pembebasan Suu Kyi, ASEAN Akan Rapat di Jakarta
Selasa, 18/08/2009 15:35 WIB - Jakarta - Association of Southeast Asian Nations (ASEAN) akan melakukan pertemuan di Jakarta pekan ini. Pertemuan tersebut untuk membahas pembebasan ikon demokrasi, Aung Suu Kyi. "Kami akan mendiskusikan (pengajuan pengampunan Suu Kyi) dalam pertemuan pengurus senior di Jakarta," ujar salah seorang sumber diplomatik seperti dilansir AFP, Selasa (18/8/2009). ASEAN berencana melakukan konsensus di antara anggotanya untuk mengajukan permintaan ke pihak militer Myanmar terkait dengan pembebasan Suu Kyi. Rapat akan diselenggarakan pada Kamis (20/8) dan Jumat (21/8). "Kami akan mendukung (pembebasan Suu Kyi). Namun saya tidak tahu apakah seluruh anggota ASEAN mendukungnya," jelas diplomat asal Thailand yang tidak mau menyebutkan namanya itu. Pemimpin pro-demokrasi Myanmar Aung San Suu Kyi diputuskan bersalah oleh Pengadilan Rangoon. Suu Kyi divonis hukuman tahanan rumah selama 18 bulan. Suu Kyi dinyatakan bersalah karena membiarkan seorang warga negara Amerika Serikat (AS) memasuki rumahnya pada Mei lalu, di saat dia masih dalam masa tahanan rumah. Penahanan Suu Kyi diprotes keras dunia internasional. Akan tetapi ASEAN dianggap tidak bersuara dan hanya menyatakan "kekecewaan mendalam" saja. Sementara itu, direncanakan ASEAN akan menggelar pertemuan puncak pada 23-25 Oktober di resort pantai Hua Hin, Thailand. (amd/nrl) Dapatkan berita terkini dari detikcom. Ketik REG POL kirim ke 3845 (khusus pelanggan Indosat, Telkomsel, Tri) Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
 
KPK Jebloskan Bupati Pelalawan ke LP Cipinang
Selasa, 18/08/2009 15:31 WIB - Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengeksusi Bupati Pelalawan Tengku Azmun Jaafar. Ia dijebloskan ke LP Cipinang oleh tim jaksa dari KPK. Pantuan detikcom, Azmun dibawa ke LP Cipinang pada pukul 14.00 WIB. Ia terlihat didampingi oleh keluarganya. Direktur Penuntutan KPK, Ferry Wibisono membenarkan eksekusi ini. Ia mengatakan, Azmun dieksekusi karena sudah mendapat keputusan berkekuatan hukum tetap. "Sudah hari ini, tapi baru eksekusi badan," tegasnya saat dihubungi, Selasa (18/8/2009). Sebelumnya, Mahkamah Agung (MA) memvonis Azmun 11 tahun penjara. Selain itu, majelis juga menjatuhkan denda Rp 500 juta subsider enam bulan penjara. Azmun juga harus mengganti kerugian negara Rp 12,367 miliar. "Tapi uang denda dan uang penggantinya belum dibayar," tutupnya. (mad/iy) Dapatkan berita terkini dari detikcom. Ketik REG POL kirim ke 3845 (khusus pelanggan Indosat, Telkomsel, Tri) Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
 
Antasari Azhar Diperiksa Tim Pengawas Internal KPK Rabu
Selasa, 18/08/2009 15:30 WIB - Jakarta - Ketua KPK nonaktif Antasari Azhar akan menjalani pemeriksaan dugaan pelanggaran kode etik oleh KPK. Antasari akan diperiksa di Polda Metro Jaya pada Rabu 19 Agustus 2009. "Pemeriksaan akan dilakukan besok di Polda pukul 10.00 WIB," kata Kabiro Humas KPK Johan Budi saat dihubungi, Selasa (18/8/2009). Tim dari KPK sebenarnya sudah menyambangi Polda pada 13 Agustus 2009. Namun, kedatangan KPK saat itu lebih difokuskan pada koordinasi pemeriksaan dengan penyidik. Tim dari KPK akan dipimpin oleh Direktur Pengawas Internal KPK, Cesna F Anwar. KPK akan menyelidiki seputar adanya dugaan pelanggaran kode etik yang dilakukan Antasari selama bekerja di KPK. (mok/aan) Dapatkan berita terkini dari detikcom. Ketik REG POL kirim ke 3845 (khusus pelanggan Indosat, Telkomsel, Tri) Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
 
Penumpang Bikin Ancaman Bom Palsu Agar Tak Ketinggalan Pesawat
Selasa, 18/08/2009 15:27 WIB - New Delhi - Sungguh nekat ide Vijay Khandelwal (35) ini. Pebisnis ini terjebak kemacetan lalu lintas sehingga terancam tidak bisa mengejar jadwal pesawat. Tidak kehilangan akal, dia pun membuat ancaman bom palsu."Agar penerbangan ditunda, dia menelepon call center maskapai dan bilang ada bom di pesawat," ujar polisi senior Satyendra Garg seperti dilansir AFP, Selasa (18/8/2009).Ancaman bom itu terjadi pekan lalu. Saat itu Vijay akan terbang dengan pesawat IndiGo menuju Kolkata dari Bandara New Delhi.Akibat ancaman Vijay, petugas keamanan segera melakukan operasi pemeriksaan darurat pada seluruh penumpang dan barang bawaan. Kondisi darurat berlangsung selama 90 menit dan pesawat IndiGo di-delay hingga 4 jam.Vijay kini telah diciduk polisi setelah mencari jejak lewat nomor ponselnya. Polisi juga telah mendapatkan keterangan dari sopir taksi yang kala itu membawa Vijay. Sopir itu mendengar penumpangnya membuat ancaman bohong-bohongan dan dia akhirnya menolak mendrop Vijay ke bandara. (nrl/iy) Dapatkan berita terkini dari detikcom. Ketik REG POL kirim ke 3845 (khusus pelanggan Indosat, Telkomsel, Tri) Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
 
Mantan Presiden Korsel Kim Dae Jung Meninggal
Selasa, 18/08/2009 15:23 WIB - Seoul - Mantan presiden sekaligus pelopor demokrasi Korea Selatan (Korsel), Kim Dae Jung, meninggal dunia. Kim meninggal dalam usia 83 tahun karena penyakit pneumonia (radang paru-paru). "Dia dinyatakan meninggal pada 13.43 waktu setempat," ujar petugas RS Severance Seoul, seperti dilansir AFP, Selasa (18/8/2009). Jantung Kim mulai melemah pukul 13.35 waktu setempat dan berhenti pada menit berikutnya. Sebelumnya, Kim yang pernah menjabat sebagai presiden Korsel periode 1998-2003 ini dilarikan ke RS pada 13 Juli 2009 karena radang paru-paru. Kim dianggap sebagai salah satu tokoh yang berjasa bagi Korsel. Ia mendapatkan Nobel perdamaian tahun 2000 dari upayanya mendekatkan Korsel dengan negeri komunis Korea Utara (Korut). Tak hanya itu, Kim juga dikenal sebagai presiden yang peduli terhadap demokrasi, HAM, dan perkembangan hubungan Korsel dan Korut. "Korea Selatan kehilangan satu pemimpin terhebatnya hari ini," demikian statemen partai yang sedang berkuasa. Perjalanan hidup Kim cukup berliku. Ia berhasil lolos dari serangkaian percobaan pembunuhan, penculikan, dan hukuman mati. Pada 2007, badan intelijen Korsel, National Intelligence Service (NIS), mengaku telah menculik Kim pada 1973 dengan dukungan rahasia dari presiden saat itu, Park Chung-hee. Kim diculik ketika dia berada di kamar hotel di Tokyo. Dia diikat pada papan perahu motor dan perahunya diapungkan ke lautan lepas untuk ditenggelamkan hidup-hidup. Namun Kim masih dapat terselamatkan oleh sebuah helikopter yang melintas di atasnya dan kemudian menolongnya. (amd/nrl) Dapatkan berita terkini dari detikcom. Ketik REG POL kirim ke 3845 (khusus pelanggan Indosat, Telkomsel, Tri) Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
 
Ical Klaim Didukung 32 DPD I dan 438 DPD II
Selasa, 18/08/2009 15:17 WIB - Jakarta - Salah satu bakal calon yang maju dalam bursa ketua umum Partai Golkar, Aburizal Bakrie mengklaim telah didukung 32 DPD I dan 438 DPD II. Hal itu itu dibuktikan dengan adanya tandatangan dari ketua dan sekretaris masing-masing DPD I maupun DPD II yang diterima Ical."Kami bukan klaim, tapi sudah ada tandatangan ketua dan sekretarisnya. Jumlah tandatngan yang kami punya adalah 438 DPD II dan 32 DPD I," tutur Ical, panggilan akrab Aburizal, saat menggelar jumpa pers di Hotel Sultan, Jl Gatot Soebroto, Jakarta, Selasa (18/8/2009).Jika pernyataan Ical benar maka hanya ada satu DPD I dan 26 DPD II yang belum menyatakan sikapnya.Dalam kesempatan itu, Ical juga mengatakan tidak tertutup kemungkinan akan ada suara DPD I dan II yang lari. Namun ia memperkirakan hal itu tidak lebih dari 10 persen. "Kalau pun ada yang lari tidak lebih dari 10 persen," tandasnya. (ape/iy) Dapatkan berita terkini dari detikcom. Ketik REG POL kirim ke 3845 (khusus pelanggan Indosat, Telkomsel, Tri) Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
 
Antasari, Williardi, dan Sigid Akan Dihadirkan Sebagai Saksi
Selasa, 18/08/2009 14:20 WIB - Jakarta - PN Tangerang menyidangkan 5 eksekutor pembunuhan Dirut PT Putra Rajawali Banjaran (PRB), Nasrudin Zulkarnaen. Tersangka lain Antasari Azhar, Williardi Wizar, dan Sigid Haryo Wibisono akan dihadirkan sebagai saksi."Pada waktunya mereka akan kita jadikan saksi juga," ujar JPU Cirius Sinaga di sela-sela sidang di PN Tangerang, Jalan TMP Taruna, Tangerang, Banten, (18/8/2009).Namun kapan ketiganya akan dihadirkan, Cirius mengaku belum bisa memastikannya. Selain ketiganya, JPU juga akan menghadirkan Rhani Juliani, istri korban Nasruddin, sebagai saksi dalam persidangan.Cirius mengatakan, persidangan kelima eksekutor pembunuhan Nasrudin ini juga akan terkait dengan sidang tersangka lainnya yakni Antsari, Williardi, dan Sigid yang rencananya akan digelar di PN Jakarta Selatan."Tentunya semua akan terkait nanti untuk pembuktian," kata Cirius.Kelima eksekutor yang disidang hari ini adalah Eduardus Ndopo Mbete alias Edo yang bertugas sebagai penerima order pembunuhan dan perekrut eksekutor, Fransiscus Tadon Kerans alias Amsi dan Hendrikus Kia Walen yang bertugas sebagai pengawas jalannya eksekusi, Daniel Daen bertindak sebagai eksekutor dan Heri Santoso yang bertugas membonceng Daniel. Kelimanya disidang secara terpisah. (Rez/ken) Dapatkan berita terkini dari detikcom. Ketik REG POL kirim ke 3845 (khusus pelanggan Indosat, Telkomsel, Tri) Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
 
Festival Budaya di Depan Istana Sepi Penonton
Selasa, 18/08/2009 14:33 WIB - Jakarta - Festival budaya dari 33 provinsi di Indonesia digelar di depan Istana Negara. Namun masyarakat tidak antusias menyaksikannya. Jumlah penonton yang hadir tidak lebih banyak dari aparat keamanan yang bertugas. Pantuan detikcom di Jl Medan Merdeka Utara, Selasa (18/8/2009), hanya sekitar 20 orang yang tampak menyaksikan parade budaya tersebut. Sementara ratusan aparat keamanan dari kepolisian dan TNI serius berjaga di sekitar lokasi. Pawai dimulai dari depan Masjid Istiqlal dan berakhir di Pintu Monumen Nasional (Monas), di Jl Medan Merdeka Barat. Para peserta akan menggunakan kostum daerah masing-masing dan disapa oleh Presiden SBY dari podium dari Istana Negara. "Festival nanti akan menampilkan kesenian dari 33 provinsi di Indonesia", ujar ketua panitia, Kustanto di lokasi. Para peserta mulai bergerak ke Istana Negara pada pukul 14.00 WIB. Sementara, Jl Medan Merdeka Utara ditutup mulai dari pukul 13.30 WIB. (mad/iy) Dapatkan berita terkini dari detikcom. Ketik REG POL kirim ke 3845 (khusus pelanggan Indosat, Telkomsel, Tri) Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
 
Polisi Tindak Tegas Pedagang Petasan di Bulan Puasa
Selasa, 18/08/2009 14:33 WIB - Jakarta - Petasan kerap dijumpai setiap bulan Ramadan tiba. Namun terkadang, keberadaan petasan mengganggu kenyamanan dan keamanan karena dinyalakan sembarangan.Polisi pun akan bertindak tegas setiap pedagang pedangan. Karena berbahaya, petasan seharusnya tidak diperjual belikan."Tindakan tegas pasti ada," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Chryshnanda Dwi Laksana saat dihubungi wartawan, Selasa (18/8/2009).Tindakan tegas itu, kata Chryshnanda dengan melakukan patroli selama Ramadan. Selain merazia, polisi juga akan memberi pengertian kepada masyarakat mengenai bahaya petasan."Hal itu mengganggu kenyamanan dan keselamatan dirinya sendiri dan orang lain," katanya.Chryshnanda mengimbau, masyarakat agar senantiasa memanfaatkan bulan suci itu dengan mengisinya dengan kegiatan positif. "Lebih baik memanfaatkannya dengan ibadah tarawih, pengajian. Kan lebih baik," lanjutnya. (mei/ken) Dapatkan berita terkini dari detikcom. Ketik REG POL kirim ke 3845 (khusus pelanggan Indosat, Telkomsel, Tri) Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
 
You are not authorised to view this resource.
You need to login.
More...
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Next > End >>

Results 46 - 54 of 17322