Thursday, 11 March 2010
Main Menu
Home
Opini
Hubungi Kami



Home
Densus 88 Tangkap Ali yang Diduga Penyalur Dana Teroris
Selasa, 18/08/2009 14:29 WIB - Kuningan - Densus 88 Mabes Polri dikabarkan kembali menangkap seseorang pria yang diduga terlibat jaringan terorisme di Desa Cirendang, Kecamatan Cirendang, Kuningan Jawa Barat. Penangkapan tersebut merupakan pengembangan dari penangkapan Iwan, yang diduga sebagai kurir penyaluran dana teroris di Indonesia.Informasi yang diterima detikcom, orang yang ditangkap Densus 88 Mabes Polri itu bernama Ali Muhammad. Pria yang tinggal di sebuah rumah kontrakan di Desa Cirendang, Kecamatan Cirendang, Kuningan, Jawa Barat, dicokok Selasa (18/8/2009), pagi."Dia (Ali) keturunan Arab dan baru satu bulan tinggal di desa tersebut," kata sumber detikcom.Kapolres Kuningan, AKBP Nurullah, menolak berkomentar saat dikonfirmasi mengenai kabar penangkapan itu. Menurutnya, hal tersebut merupakan kewenangan Densus 88 Mabes Polri."No Comment. Kami hanya bertugas memback-up saja," ujar Nurullah.Namun informasi lain yang diterima detikcom, penangkapan Ali Muhammad dilakukan di kawasan Nagrek, Garut. (djo/asy) Dapatkan berita terkini dari detikcom. Ketik REG POL kirim ke 3845 (khusus pelanggan Indosat, Telkomsel, Tri) Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
 
Burnap: Boleh, Bagus Itu
Selasa, 18/08/2009 13:59 WIB - Jakarta - Hutomo Mandala Putra alias Tommy Soeharto menyatakan kesediaannya untuk ikut dalam bursa kursi ketua umum Partai Golkar. Hal ini mendapat respon positif dari kalangan pengurus DPP Golkar."Boleh, bagus itu menambah orang yang minat Partai Golkar," kata Ketua DPP Partai Golkar Burhanuddin Napitupulu kepada wartawan usai menghadiri acara seminar sehari berjudul "Golkar Bangkit" di Hotel Sultan, Jl Gatot Soebroto, Jakarta, Selasa (18/8/2009).Burnap, sapaan akrab Burhanuddin, menjelaskan, keikutsertaan Tommy dalam bursa ketum Golkar akan membuat persaingan semakin seru. Selain nama-nama yang telah ada, nama Tommy juga patut diperhitungkan."Apalagi sekarang sudah ada orang seperti Aburizal Bakrie, seorang intelektual dan terkaya no 5 pasti punya niat untuk memimpin partai Golkar. Juga ada Surya Paloh yang mempunyai grup besar juga punya minat. Kalau perlu lebih banyak lagi yang maju yang punya jaringan dan pengalaman organisasi," jelasnya.Burnap menerangkan, kembalinya Tommy dalam panggung politik bisa membuat gairah politik di Golkar semakin hidup. Terlebih kemungkinan masuknya kembali keluarga cendana. "Bisa saja, selama UU tidak membatasi," imbuhnya. (ape/iy) Dapatkan berita terkini dari detikcom. Ketik REG POL kirim ke 3845 (khusus pelanggan Indosat, Telkomsel, Tri) Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
 
PN Tangerang Kembali Adili Prita Rabu
Selasa, 18/08/2009 14:07 WIB - Jakarta - Sidang Prita Mulyasari akan kembali digelar di Pengadilan Negeri Tangerang, Rabu (19/8/2009) besok. Rencananya pihak jaksa akan menghadirkan 2 saksi untuk memberatkan Prita. Jaksa pun yakin mereka akan bisa memenangkan kasus."Kita siapkan 2 saksi yang menjadi korban. Ada 2 dokter," kata jaksa penuntut umum (JPU) kasus Prita, Riadi, saat dihubungi melalui telepon, Selasa (18/8/2009).Riadi mengaku tidak ada persiapan khusus untuk persidangan dalam dugaan pencemaran nama baik dan pelanggaran UU ITE dengan terdakwa Prita tersebut. "Kita nggak ada persiapan. Biasa aja. Tuntutan masih seperti dulu," tutupnya.Pengadilan Negeri Tangerang kembali menyidangkan kasus Prita setelah Pengadilan Tinggi Banten mengabulkan verzet atau perlawanan jaksa. Verzet diajukan untuk memprotes vonis Pengadilan Negeri Tangerang yang menolak dakwaan jaksa atas Prita. (ndr/iy) Dapatkan berita terkini dari detikcom. Ketik REG POL kirim ke 3845 (khusus pelanggan Indosat, Telkomsel, Tri) Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
 
Identitas 4 Buron Anak Buah Noordin Dirilis Rabu
Selasa, 18/08/2009 13:58 WIB - Jakarta - Foto, nama, peran dan identitas 4 orang teroris yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) akan diumumkan kepolisian pada Rabu 19 Agustus 2009. Mereka adalah kaki tangan Noordin M Top. "Berkaitan dengan DPO yang 4 orang, besok kita akan informasikan secara lengkap. Mulai dari foto, nama, peran dan termasuk identitas dia seperti apa," kata Wakadiv Humas Mabes Polri Brigjen Pol Sulistyo Ishak di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Selasa (18/8/2009). Ketika ditanya pukul berapa akan diumumkan, Sulistyo menjawab masih menunggu keterangan dari Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Nanan Soekarna. "Tunggu Pak Kadiv dulu," sahut dia. Nanan Soekarna saat ini diketahui masih berada di Bali. Buron itu diduga berinisial SJ, AS alias Aj, BPP alias Ur dan MS alias Ai. SJ adalah Saifuddin Jaelani, perekrut pengantin (aan/nrl) Dapatkan berita terkini dari detikcom. Ketik REG POL kirim ke 3845 (khusus pelanggan Indosat, Telkomsel, Tri) Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
 
90% Uang Kertas Amerika Bau Kokain
Selasa, 18/08/2009 13:31 WIB - Amerika - Coba cek dolar AS Anda. Cium sekilas. Bisa-bisa dolar Anda tercium bau kokain. Sebab 90% uang kertas Amerika terbukti berbau obat haram itu. "Mengejutkan saya, kami menemukan (jejak) banyak kokain di uang kertas,"ujar ketua peneliti di University Massachusetts, Yuegang Zuo, seperti dilansir AFP, Selasa (18/8/2009). Yuegang menyatakan banyaknya jejak kokain pada uang kertas tersebut bisa jadi disebabkan oleh krisis ekonomi yang tengah melanda AS. "Dengan stres, orang bisa berpindah ke kokain," ujarnya. Uang kertas tersebut diyakini terkontaminasi dengan kokain ketika  berlangsung transaksi penjual obat-obatan. Tidak hanya itu, kontaminasi juga dapat terjadi ketika seorang pengguna obat menjadikan uang kertasnya sebagai sarana untuk menghirup obat-obatan. Dan sebagai penyebab utama, menurut hasil penelitian tersebut, kontaminasi cukup besar terjadi ketika kertas dihitung menggunakan mesin penghitung. "Untuk kebanyakan bagian, Anda tidak akan terpengaruh (teler) bila hanya mencium uang kertasnya, kecuali uang tersebut pernah secara langsung dipakai dalam penggunaan obat-obatan," ujar Yuegang. Riset ini dilakukan di 30 kota besar di 5 negara yaitu AS, Kanada, Brasil, China dan Jepang. Berdasarkan penelitian, uang kertas dengan jejak kokain paling banyak ditemukan dari kota-kota besar, seperti Baltimore, Boston dan Detroit. Sementara kota dengan uang kertas yang bersih dari kokain adalah Salt Lake City, Utah, dan Mormon. Penelitian  menggunakan instrumen laboratorium gas chromatograph-mass spectrometer untuk mengukur tingkatan kandungan kokain. Berdasarkan penelitian tersebut, mereka menemukan tingkatan kokain yang cukup menakutkan di beberapa area. Kokain adalah obat terlarang yang paling banyak digunakan di dunia. Di AS, sekitar 6 juta orang mengonsumsinya per tahun sebanyak 259 hingga 447 ton senilai 35 miliar-75 miliar dolar (Rp 350 triliun - 750 triliun). (amd/nrl) Dapatkan berita terkini dari detikcom. Ketik REG POL kirim ke 3845 (khusus pelanggan Indosat, Telkomsel, Tri) Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
 
Mabes Polri: Siapa pun Yang Dicurigai Kita Cek
Selasa, 18/08/2009 13:24 WIB - Jakarta - Mabes Polri mengaku tidak memberikan instruksi terkait pemeriksaan terhadap orang bercadar. Instruksi terkait pemburuan Noordin M Top hanya menyebutkan agar memeriksa siapa pun orang yang dicurigai. "Kalau yang dicurigai siapapun, yang berkaitan bercadar kita cek," kata Wakadiv Humas Mabes Polri Brigjen Pol Sulistyo Ishak di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jakarta, Selasa (18/8/2009).Sulistyo menegaskan, polisi tidak akan melakukan razia terhadap perempuan bercadar.  "Masa wanita bercadar dirazia?" tanyanya retorik.Sementara itu Kapolres Bekasi Kombes Pol Mas Guntur Laope menyatakan, pemeriksaan orang bercadar hanya dilakukan pada individu yang dicurigai. "Yang dicurigai saja. Berdasarkan informasi intelijen dan reserse," tutupnya. (ndr/iy) Dapatkan berita terkini dari detikcom. Ketik REG POL kirim ke 3845 (khusus pelanggan Indosat, Telkomsel, Tri) Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
 
Makam Kiai Abdullah Ramai Diziarahi
Selasa, 18/08/2009 13:22 WIB - Tangerang - Saat dilakukan pembongkaran makam, jasad Kiai Abdullah Mukmin masih utuh. Padahal usia jasad tersebut sudah 26 tahun. Kini, makam barunya pun sering didatangi warga, baik yang ingin berziarah atau hanya ingin melihat saja. "Sejak dua minggu ini, banyak orang yang datang ke sini, ada yang penasaran pengen tahu dan berziarah," kata Mukhtar Ali saat ditemui detikcom di makam almarhum KH Abdullah Mukmin di Jl Garuda Pintu Air, RT 03 RW 02 Kelurahan Juru Mudi Baru, Kecamatan Benda, Kota Tangerang, Selasa (18/8/2009). Seperti diberitkan sebelumnya, Pemerintah Kota Tangerang melakukan penggusuran tanah terkait pelaksanaan proyek pelebaran jalan di Benda. Proyek pelebaran jalan ini untuk membuka akses lebih lebar menuju Bandara Soekarno-Hatta yang memang tidak jauh dari lokasi pemakaman itu sendiri. Mukhtar, yang merupakan putra sulung almarhum KH Abdullah Mukmin ini mengatakan, lokasi kuburan awal ayahnya ini berada di Mushollah An-Najat. Lokasinya bibir Kali Ciajane dan tidak jauh Ponpes As-Ashidiqiah II milik KH Iskandar SQ. "Saat dibongkar keluarga dan masyarakat di sini tidak tahu. Namun waktu mengetahui kondisinya baru heboh, semua orang pada berdatangan termasuk wartawan," ujar Mukhtar polos. Bahkan, Mukhtar mengatakan, Kapolresta Tangerang sampai tiga kali datang dan memerintahkan anak buahnya untuk mengambil rekaman pembongkaran dan kondisi jasad yang diyakini sebagai orang alim dan soleh itu. "Waktu dibongkar kain kafan yang melilit ditubuh bapak masih utuh dan berwarna putih. Saya sempat lihat wajahnya, masih seperti 26 tahun waktu dikubur, nggak berubah. Badannya juga masih seperti dulu, cuma rambutnya agak memutih. Baunya sangat wangi sekali," terangnya. Diakui Mukhtar, sosok ayahnya selama ini dikenal sebagai seorang guru. Abdullah datang ke Juru Mudi pada tahun 1950-an, setelah belajar di Darul Ulum, Makkah selama 25 tahun. Abdullah yang memiliki dua istri dan dikarunia 6 putra. Saat tiba di Juru Mudi, Abddulah pun mendirikan sebuah Madrasah Ibtidaiyah yang diberi nama Islahuddiniyah, yang berada di depan rumahnya. Kini madrasah ini dikelola oleh putranya Abdul Zibaqi. Madrasah ini pun sebagian tergusur dan tengah dalam pembangunan. "Karena kemampuan dan ilmu agama yang bapak miliki, bapak sempat dipercaya pemerintah dan negara untuk menjadi Wakil Ketua Pengadilan Agama di Tangerang," terangnya. Abdullah, lanjut Mukhtar, selain mengajar mengaji kepada warga masyarakat, juga sering memberikan pertolongan untuk menyembuhkan penyakit. "Tapi bapak tidak pernah mau mengajarkan ilmu pengobatan itu. Bapak maunya mengajar ngaji saja," tandasnya. Saat ini, lokasi makam KH Abdullah Mukmin letaknya digeser beberapa meter ke sekitar perumahan keluarganya. Di makam itu ada tiga, yaitu KH Abudllah Mukmin, putra keduanya bernama M Subur dan satu kuburan yang belum diberi nisan. Apakah ada pergantian rugi atas pembongkaran itu? "Saya tidak mau menerima uang sepeser pun, walau ditawari. Kami ikhlas untuk memindahkannya," jawabnya bijak. (zal/mad) Dapatkan berita terkini dari detikcom. Ketik REG POL kirim ke 3845 (khusus pelanggan Indosat, Telkomsel, Tri) Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
 
Tommy Soeharto Siap Hadapi Ical dan Paloh
Selasa, 18/08/2009 13:09 WIB - Jakarta - Persaingan merebut kursi ketua umum Partai Golkar kian sengit seiring makin dekatnya waktu pelaksanaan Musyawarah Nasional (Munas). Satu nama lagi yang menocoba meramaikan bursa kandidat ketua umum Golkar, Hutomo Mandala Putra alias Tommy Soeharto.Putra bungsu mantan Presiden Soeharto itu menyatakan kesediaannya untuk tampil kembali ke gelanggang politik nasional karena ingin melanjutkan pengabdian politik bapaknya, Soeharto."Target saya memang harus tinggi, termasuk dalam dunia politik. Sekarang saat yang tepat bagi saya untuk menekuni kembali politik selain bisnis," kata Tommy dalam jumpa pers di Jakarta, Selasa (18/8/2009).Tommy mengaku sampai saat ini dirinya masih tercatat sebagai anggota Partai Golkar. Kartu Keanggotan partainya pun masih dia miliki sampai sekarang. Tommy juga mengaku mempunyai tanggungjawab moral terhadap partai yang pernah dilahirkan dan dibesarkan bapaknya, Soeharto.Apalagi dia pernah menjadi anggota MPR RI dari FKP (Fraksi Karya Pembangunan ) tahun 1993-1998."Sampai saat ini saya masih anggota Partai Golkar dan punya KTA," paparnya.Saat ditanya sikapnya jika gagal maju dalam Munas, dengan enteng Tommy menjawab, "Kalau tidak (berhasil), bisa negosiasi. Bukankah politik itu bagian dari negosiasi dan kompromi. Bisa saja saya memperkuat di barisan pengurus pusat atau DPP," katanya.Lebih lanjut Tommy mengatakan, setelah absen selama 10 tahun dari panggung politik nasional, dia merasa terpanggil kembali untuk memperkuat Golkar. Sebab Golkar merupakan partai yang pas dan paling cocok dengan panggilan jiwanya. (gah/yid) Dapatkan berita terkini dari detikcom. Ketik REG POL kirim ke 3845 (khusus pelanggan Indosat, Telkomsel, Tri) Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
 
Bahas Putusan MK dan MA, KPU Rapat Malam Nanti
Selasa, 18/08/2009 13:16 WIB - Jakarta - Komisi Pemilihan Umum (KPU) akan melakukan rapat pleno terkait putusan Mahkamah Konstitusi (MK) dan Mahkamah Agung (MA). Rapat termasuk membahas kemungkinan melakukan revisi atas peraturan yang dibatalkan kedua institusi tersebut.  "Nanti malam pukul 21.00 WIB, sebelumnya jam 20.00 WIB kita ke Istana dulu menyerahkan laporan penetapan capres terpilih ke Presiden SBY," kata Anggota KPU I Putu Gede Artha kepada wartawan di Gedung KPU, Jl Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Selasa (18/8/2009).Sementara Ketua KPU Hafiz Anshari menerangkan, rapat yang akan digelar di Cisarua, Bogor itu akan membahas soal langkah yang diambil KPU selanjutnya pasca putusan MK dan MA. Hal itu agar peraturan yang ditetapkan KPU sejalan dengan putusan MK dan MA.  "Untuk putusan MA memang tidak berlaku surut dan itu sudah selesai cuma ada pasal-pasal yang harus dicabut itu yang akan dibahas. Sehingga MK bisa jalan MA juga tidak diabaikan," jelasnya.Hafiz menjelaskan, putusan MA memerintahkan KPU untuk melakukan revisi atas peraturan KPU Nomor 15 Tahun 2008. Namum, KPU sendiri belum memastikan kemungkinan terjadinya revisi tersebut. KPU akan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait mengundang pakar-pakar untuk meminta pendapat termasuk melakukan pembicaraan dengan MK dan MA. "Memang ada tuntutan untuk melakukan perubahan terhadap peraturan KPU Nomor 15 Tahun 2008 tapi revisi peraturan itu tergantung rapat pleno nanti," kata Hafiz. KPU akan melakukan rapat internal pada 18-19 Agustus sebelum nantinya mengadakan rapat terbuka untuk menetapkan anggota DPR terpilih. (ape/iy) Dapatkan berita terkini dari detikcom. Ketik REG POL kirim ke 3845 (khusus pelanggan Indosat, Telkomsel, Tri) Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
 
You are not authorised to view this resource.
You need to login.
More...
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Next > End >>

Results 55 - 63 of 17322